Categories
Ujian Nasional

TPM MKKS DIY, TPM Dikpora DIY, dan TPM Dikdas/Pemda Bantul 2014 Diselenggarakan Maret-April 2014

Bantul–Ujian Nasional (UN) akan dilaksanakan tanggal 5–8 Mei 2014. Untuk menghadapinya, siswa-siswi SMP di Kabupaten Bantul senantiasa berlatih, di antaranya dengan mengikui Tes Pendalaman Materi (TPM) UN yang diselenggarakan oleh MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) Kabupaten Bantul dan Provinsi DI Yogyakarta, Dikdas/Pemda Bantul, dan Dikpora DI Yogyakarta.

Hingga saat ini, TPM UN MKKS Kabupaten Bantul telah dilakukan sebanyak tiga kali sesuai yang diagendakan. Putaran III telah dilangsungkan pada 3–6 Maret lalu dan hasilnya pun telah diumumkan. Dengan begitu, agenda TPM yang sedang dan akan dilangsungkan adalah TPM UN MKKS DI Yogyakarta, TPM Dikpora DI Yogyakarta, dan TPM Dikdas/Pemda Bantul. TPM UN MKKS DI Yogyakarta dilangsungkan hari ini, Rabu (12/3/2014) sampai dengan besok Kamis (13/3/2014), sementara TPM Dikpora DIY akan dilangsungkan pada 7–8 April 2014 dan TPM Dikdas/Pemda Bantul dijadwalkan tanggal 14–17 April 2014.

Setelah mengikuti enam kali TPM, diharapkan siswa-siswi di Kabupaten Bantul lebih siap menghadapi Ujian Nasional. Muhammad Sholkhan, Kepala SMP Maarif Imogiri, mengungkapkan, tujuan pelaksanaan TPM tidak semata melatih siswa mengerjakan soal-soal, tetapi juga membiasakan siswa dengan suasana yang mirip dengan pelaksanaan Ujian Nasional. “Harapannya, siswa menjadi terbiasa sehingga mentalnya lebih siap,” ujar lulusan IKIP Negeri Yogyakarta, Universitas Terbuka, dan Universitas Ahmad Dahlan ini.

Bagi Muhammad Sholkan, siswa-siswi SMP Maarif Imogiri tergolong istimewa sehingga persiapan menghadapi UN harus ekstra. Walaupun begitu, dia berharap anak-didiknya dapat lulus 100% pada tahun ajaran 2013/2014 ini. [SB]

Categories
Ujian Nasional

Lagi, SMP Ma’arif Imogiri Ikuti Tes Pendalaman Materi Ujian Nasional

Bantul–Hari ini (12/3/2014) siswa-siswi SMP Ma’arif Imogiri mengikuti TPM Songsong UN yang diselenggarakan MKKS Provinsi DI Yogyakarta. TPM yang sejatinya diikuti oleh seluruh siswa kelas IX calon peserta UN 2014 dari DI Yogyakarta itu dijadwalkan dilangsungkan hari ini hingga besok (13/3/2013). Pada hari pertama dikhususkan untuk mata uji bahasa Indonesia dan matematika, sementara besok para siswa akan mengerjakan soal bahasa Inggris dan ilmu pengetahuan alam.

Muhammad Sholkhan, Kepala SMP Ma’arif Imogiri, mengungkapkan, TPM bertujuan untuk menyiapkan siswa mengikuti UN. Dengan mengikuti beberapa kali TPM diharapkan para siswa akan terbiasa dengan soal-soal UN, administrasi UN, tata acara UN, dan yang tidak kalah penting adalah kesiapan mental siswa. Lulusan IKIP Negeri Yogyakarta, Universitas Terbuka, dan Universitas Ahmad Dahlan itu menjelaskan, mental berperan strategis atas keberhasilan siswa. Sepintar apapun siswa, jika mentalnya tidak siap, bisa jadi siswa akan grogi, takut, dan cemas sehingga tidak dapat mengerjakan soal dengan maksimal.

Memang, UN bukanlah penentu tunggal bagi kelulusan siswa. Walaupun begitu, kelulusan UN mutlak diperlukan karena menjadi satu di antara syarat wajib agar seorang siswa dapat lulus dari jenjang pendidikan SMP. Walaupun mengakui anak-didiknya terbilang istimewa, Muhammad Sholkhan berharap para siswanya 100% lulus Ujian Nasional.

Kepala sekolah yang sekaligus merupakan guru IPA SMP Ma’arif Imogiri itu juga mengungkapkan, yang berkepentingan atas kelulusan siswa tidak hanya siswa itu sendiri, melainkan juga sekolah. Menurutnya, peringkat akreditasi sekolah juga ditentukan oleh tingkat kelulusan para siswanya. “2012 kita mendapatkan akreditasi A, itu juga dipengaruhi oleh tingkat kelulusan siswa. Jadi, kelulusan UN siswa tidak hanya berpengaruh atas masa depan yang bersangkutan, tetapi juga berpengaruh atas akreditasi sekolah,” tutupnya.

Categories
Kelembagaan

Sekolah Swasta Harus Tingkatkan Mutu Pendidikan

BANTUL (KRjogja.com)–Sejumlah sekolah swasta di Bantul kesulitan untuk memenuhi kuota sesuai yang ditetapkan sejak awal. Bahkan pengelola khawatir, sekolah akan bangkrut dan tutup jika persoalan sulitnya mendapat murid tersebut tidak segera mendapat solusi. Dampak kurang baik lainnya adalah, semakin sedikit siswa di sebuah sekolah secara tidak langsung menurunkan semangat belajar siswa.

Kepala SMP Ma’arif Imogiri, Muhammad Solkhan SPd, Jumat (12/07/2013) mengatakan dari kuota 74 baru mendapat 18 calon siswa. Jelas kuota yang ditentukan sangat sulit dipenuhi. Muhammad Solkhan berpendapat, tahun lalu saja hanya mendapat 20 siswa. Dari jumlah tersebut dalam perjalanannya sejumlah siswa ada yang keluar.

Dijelaskan, bagi sekolah swasta kondisi saat ini membuat pengelola tidak berkutik. “Kami seolah mencari siswa dengan nilai kurang baik atau anak yang sebenarnya sudah tidak mau sekolah, itu saja kami kesulitan menjaring siswa,” ujar Muhammad Solkhan.

Dijelaskan, dengan semakin sedikitnya siswa yang mendaftar di sekolahnya, secara tidak langsung mempengeruhi operasional. Bahkan Muhammad Solkhan pesimis kuota akan terpenuhi melihat fakta di lapangan. Karena sejumlah sekolah juga kekurangan berita. Menurutnya untuk menarik animo siswa, sekolah harus meningkatkan mutu pendidikan, sebagai strategi paling masuk akal dilakukan. Karena jika kondisi ini tidak segera dicarikan solusi. Sekolah swasta akan semakin berat dimasa mendatang.

“Jika kondisi ini (kesulitan dapat murid-red) terus terjadi, sekolah bangkrut dan akhirnya tutup,” ujarnya. Padahal dalam kondisi seperti ini, sekolah juga tidak membebani siswa untuk membayar. Meski begitu sekolah tetap kesulitan menjaring siswa baru. (Roy)