Categories
Kelembagaan

SMP Ma’arif Imogiri Siap Hadapi Akreditasi

Bantul–Masa berlaku sertifikat akreditasi SMP Ma’arif Imogiri segera berakhir tahun 2017 ini. Untuk itu, civitas akademika SMP Ma’arif Imogiri bersiap mengikuti akreditasi ulang.

“Tanggal 11-12 yang akan datang, tim asesor dari BAP S/M DIY akan datang ke SMP Ma’arif Imogiri untuk memverifikasi kondisi SMP Ma’arif Imogiri saat ini. Tim akan melaporkan ke BAP S/M DI Yogyakarta berdasarkan tinjauan di lapangan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh BAN S/M,” ungkap Sambudi, Wakil Kepala SMP Ma’arif Imogiri.

Masih menurut Sambudi, ada delapan standar yang akan dicermati oleh asesor. Kedelapan standar tersebut meliputi Kompetensi Lulusan, Isi, Proses, Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan Pendidikan, dan Penilaian Pendidikan. Nilai dari delapan standar itu akan dikalkulasi yang akhirnya menentukan predikat akreditasi yang akan diperoleh SMP Ma’arif Imogiri selama lima tahun kedepan.

Terkait persiapan menghadapi akreditasi, Ketua Panitia, Mulyono, menyampaikan dirinya yakin sekolahnya akan kembali mendapatkan predikat A. Menurutnya, timnya telah berjuang sebaik-baiknya menyelesaikan tuntutan delapan standar yang akan diperiksa.

“Kami sudah berusaha, semoga hasilnya akan baik dan SMP Ma’arif Imogiri kembali mendapatkan predikat A,” ungkap Mulyono.

Menurut Mulyono, sedikit kendala yang dihadapi guru dan karyawan, bahwa proses akreditasi tidak mengurangi tanggung jawab GTK dalam menghadapi pembelajaran. Untuk itu, para guru dan karyawan harus berjuang keras membagi waktu antara menunaikan kewajiban harian dengan mempersiapkan akreditasi.

“Untuk itu, asas gotong royong benar-benar kami terapkan dalam proses ini. Jika ada permasalahan, guru dan karyawan akan saling membantu untuk menyelesaikan. Semoga hasilnya nanti akan maksimal,” tutup Mulyono. (sab)

Categories
Kelembagaan

SMP Ma’arif Imogiri Lepas Penghafal Alquran 30 Juz

Bantul–Kepala SMP Ma’arif Imogiri melepas 28 siswanya yang telah menuntaskan kegiatan belajar-mengajara, Senin (22/5). Bersamaan dengan itu, pihak sekolah juga menggelar khataman untuk kategori Juz Amma dan Alquran.

“Hari ini kami melepas 28 siswa kelas IX yang telah menuntaskan kegiatan belajar-mengajar di SMP Ma’arif Imogiri. Selain itu, kami juga menggelar khataman sebagai apresiasi kepada para siswa yang telah mengikuti program BTAQ tiap pagi,” ungkap Kepala SMP Ma’arif Imogiri, Masruhi.

Ketika dihubungi, Masruhi menerangkan, di antara siswa yang dilepas dan mengikuti khataman, ada siswa yang telah berhasil menghafal 30 juz Alquran.

“Kendati memiliki keterbatasan input dan fasilitas, kami cukup bangga melakukan pelepasan dan khataman kali ini. Di antara siswa yang dilepas, yakni Zuni Anifah, telah berhasil menghafal 30 juz Alquran,” terang Masruhi.

“Ketika masuk di kelas sembilan, Zuni Anifah telah berhasil menghafal 25 juz. Saat pelepasan ini, Zuni telah menuntaskan 30 juz hafalannya,” lanjut pria kelahiran Brebes 60 tahun lalu itu.

Anak-anak yang bersekolah di SMP Ma’arif Imogiri memang berasal dari golongan menengah ke bawah. Bahkan, di antaranya sudah tidak berniat melanjutkan sekolah lagi.

“Sebagian siswa di sini, kami ‘jemput’ ke rumahnya dan tawarkan untuk bersekolah. Kami bahkan harus bernegosiasi dengan anak dan orang tuanya agar mereka bersedia melanjutkan sekolah,” terang Masruhi.

Perjuangan guru dan karyawan di SMP Ma’arif Imogiri menurut Masruhi luar biasa. Jika hanya ditinjau dari nilai akhir akademis, timnya memang tidak mampu mengantarkan siswa-siswinya bersaing dengan sekolah-sekolah favorit. Kendati demikian, jika ditinjau dari perkembangan para siswa, dirinya yakin hasilnya tidak kalah.

“Di sekolah favorit, siswa yang masuk memang sudah bernilai tinggi. Sementara di sekolah seperti SMP Ma’arif Imogiri, dengan keterbatasan anggaran dan fasilitas, kami harus berjuang menyemangati siswa agar mau belajar,” ujarnya. “Jadi, capaian-capaian saat ini, saya pandang sudah sangat luar biasa,” tutupnya.

Masruhi berpesan kepada guru/karyawan SMP Ma’arif Imogiri untuk tetap berjuang. Dia berharap, ke depannya, fasilitas SMP Ma’arif Imogiri dapat terus diperbaiki.

Acara pelepasan dan khataman yang dilaksanakan di halaman SMP Ma’arif Imogiri itu dilangsungkan pukul 07.00-12.00 itu juga disertai dengan pameran karya para siswa. Orang tua yang hadir bisa melihat karya-karya anak-anaknya selama sekolah di SMP Ma’arif Imogiri. Selain menghadirkan orang tua, panitia juga mengundang tokoh masyarakat dan Nahdlatul Ulama di lingkungan Imogiri. (sab)

Categories
Kelembagaan

Ramaikan Harlah, IPNU-IPPNU Kecamatan Imogiri Gelar Berbagai Lomba

BANTUL–Puluhan siswa TK-SMP ramaikan kompleks SMP Ma’arif Imogiri Ahad (13/9) kemarin. Kehadiran para pelajar itu dalam rangka mengikuti berbagai lomba yang digelar IPNU-IPPNU Kecamatan Imogiri. Ketua IPNU Kecamatan Imogiri, Agus Widiyatmoko mengemukkan bahwa lomba-lomba tersebut diselenggarakan dalam rangka memeriahkan peringatan Harlah IPNU-IPPNU Kecamatan Imogiri yang jatuh pada tanggal 7 September 2015 lalu.

“Lomba-lomba ini dalam rangka menyemarakkan Harlah IPNU-IPPNU Kecamatan Imogiri. Harapan saya, dengan diadakannya berbagai lomba ini, IPNU-IPPNU ikut berkontribusi dalam mewujudkan generasi cinta Islam Nusantara, generasi yang cerdas, kuat, cekatan, serta siap dalam menghadapi berbagai tantangan globalisasi.” ungkap Agus pasca-acara.

Adapun perlombaan yang diselenggarakan meliputi wudlu, adzan, CCA, dan mewarnai. Panitia mengalokasikan waktu pukul 08.00 sampai dengan 12.00 untuk lomba-lomba yang diikuti oleh hampir seluruh perwakilan TPA, Madin, TK, SD, dan SMP sederajat di Kecamatan Imogiri itu.

Agus Widiyatmoko sangat menghargai anutiasme para peserta sekaligus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan harlah. “Saya bersyukur acara ini diikuti oleh peserta dari seluruh Kecamatan Imogiri. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, khususnya kepada para senior yang telah menyumbangkan semangat dan materinya untuk kegiatan ini.” Tutup Agus.

Sementara itu, Kepala SMP Ma’arif Imogiri, Muhammad Sholkhan, menyampaikan dukungannya atas penyelenggaraan lomba di sekolah yang dipimpinnya. “Hakikatnya, SMP Ma’arif Imogiri merupakan rumah bagi IPNU-IPPNU Kecamatan Imogiri. Jadi, pengelola dengan tangan terbuka menerima bahkan mengapresiasi berbagai kegiatan yang diselenggarakan dan melibatkan SMP Ma’arif Imogiri.” ungkapnya.

Menurut panitia, hasil dari perlombaan akan diumumkan pada acara puncak Harlah IPNU-IPPNU Imogiri tanggal 26 September 2015. Kegiatan akan diselenggarakan di Gedung NU Imogiri dengan mengundang para pendiri IPNU-IPNNU Kecamatan Imogiri. [sb/news.abasrin.com]

Categories
Kelembagaan

Tinjau Kesiapan Menghadapi Tahun Ajaran 2014/2015, Pengurus LP Ma’arif dan NU Imogiri Kunjungi SMP Ma’arif Imogiri

Bantul–Semua guru dan karyawan hendaknya bekerja sama dalam menyelenggarakan sekolah. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan visi dan misi sekolah dan yayasan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Masruhi, S.Ag. pada Pertemuan Pengurus LP Maarif dan NU Kecamatan Imogiri dengan Guru dan Karyawan SMP Ma’arif Imogiri pada Sabtu (7/6) lalu. Masruhi mengkritisi individualisme guru dan karyawan yang akhir-akhir ini semakin meningkat. Menurut Ketua LP Ma’arif Kecamatan Imogiri itu, bekerja sama tentu saja berbeda dengan bekerja bersama-sama. Dalam bekerja bersama-sama bisa terjadi tiap-tiap individu masih bersikap individualis.

Tiap elemen sekolah hendaknya bekerja sama dalam meningkatkan kualitas sekolah. Dalam hubungannya dengan peningkatan kualitas sekolah ini, kuncinya adalah kegiatan belajar dan mengajar (KBM). Oleh karena itu, seharusnya sekolah benar-benar menghindari terjadinya jam kosong. Untuk kepentingan kualitas pendidikan di SMP Ma’arif, perlu dibuat kontrak kerja antara LP Ma’arif dengan sekolah-sekolah yang berada di bawah naungannya. Dengan adanya kontrak kerja, diharapkan guru dan karyawan lebih termotivasi untuk bekerja secara maksimal dan secara bersama-sama meningkatkan kualitas sekolah.

Seorang guru maupun karyawan sejatinya tidak sekadar memikirkan hak-haknya. Seharusnya, yang menjadi fokus adalah perhatian atas kewajiban. Guru dan karyawan yang berdedikasi tentu saja tidak sekadar akan mendapatkan ganjaran dunia melainkan juga ganjaran akhirat.

Permasalahan terbesar SMP Ma’arif Imogiri saat ini adalah dalam penerimaan siswa baru. Semakin banyaknya sekolah negeri yang didirikan membuat semakin menurunnya jumlah pendaftar di SMP Ma’arif Imogiri. Hal yang membuat sekolah swasta mampu bersaing dengan sekolah lain, khususnya dengan sekolah negeri adalah kualitas. Oleh karena itu, peningkatan kualitas merupakan keniscayaan.
Hadir pula pada kesempatan itu adalah Rois Syuriah NBC NU Imogiri, Drs. H. Somiran. Dalam sambutannya, Somiran juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sekolah. Untuk dapat meningkatkan kualitas sekolah, mau tidak mau kedisiplinan harus diiutamakan. Perilaku disiplin ini tidak hanya dikhususkan bagi siswa, guru dan karyawan seharusnya juga menunjukkan teladan dalam berdisiplin.

Acara yang diselenggarakan di Ruang Kelas 9 SMP Ma’arif Imogiri itu dihadiri oleh guru dan karyawan SMP Ma’arif Imogiri. Pada acara yang dimoderatori oleh H. Kaliwanta, S.Pd. terebut, guru dan karyawan berkesempatan berdiskusi dengan Masruhi, S.Ag. dan Drs. H. Somiran sebagai perwakilan Pengurus LP Ma’arif dan Pengurus NU Kecamatan Imogiri. Pada sesi diskusi, H. Mohammad Solkhan, S.Pd., Kepala SMP Ma’arif Imogiri, berharap LP Ma’rif dan NU turut berkontribusi aktif dalam penerimaan siswa baru yang segera dilangsungkan. [SB]

Categories
Kelembagaan

Sekolah Swasta Harus Tingkatkan Mutu Pendidikan

BANTUL (KRjogja.com)–Sejumlah sekolah swasta di Bantul kesulitan untuk memenuhi kuota sesuai yang ditetapkan sejak awal. Bahkan pengelola khawatir, sekolah akan bangkrut dan tutup jika persoalan sulitnya mendapat murid tersebut tidak segera mendapat solusi. Dampak kurang baik lainnya adalah, semakin sedikit siswa di sebuah sekolah secara tidak langsung menurunkan semangat belajar siswa.

Kepala SMP Ma’arif Imogiri, Muhammad Solkhan SPd, Jumat (12/07/2013) mengatakan dari kuota 74 baru mendapat 18 calon siswa. Jelas kuota yang ditentukan sangat sulit dipenuhi. Muhammad Solkhan berpendapat, tahun lalu saja hanya mendapat 20 siswa. Dari jumlah tersebut dalam perjalanannya sejumlah siswa ada yang keluar.

Dijelaskan, bagi sekolah swasta kondisi saat ini membuat pengelola tidak berkutik. “Kami seolah mencari siswa dengan nilai kurang baik atau anak yang sebenarnya sudah tidak mau sekolah, itu saja kami kesulitan menjaring siswa,” ujar Muhammad Solkhan.

Dijelaskan, dengan semakin sedikitnya siswa yang mendaftar di sekolahnya, secara tidak langsung mempengeruhi operasional. Bahkan Muhammad Solkhan pesimis kuota akan terpenuhi melihat fakta di lapangan. Karena sejumlah sekolah juga kekurangan berita. Menurutnya untuk menarik animo siswa, sekolah harus meningkatkan mutu pendidikan, sebagai strategi paling masuk akal dilakukan. Karena jika kondisi ini tidak segera dicarikan solusi. Sekolah swasta akan semakin berat dimasa mendatang.

“Jika kondisi ini (kesulitan dapat murid-red) terus terjadi, sekolah bangkrut dan akhirnya tutup,” ujarnya. Padahal dalam kondisi seperti ini, sekolah juga tidak membebani siswa untuk membayar. Meski begitu sekolah tetap kesulitan menjaring siswa baru. (Roy)